my dance with syta

...because the earth is moving, the world is turning upside down and dance will be last forever...

Tuesday, November 06, 2007

You have to suffer to be beautiful

Iya, beneran!!

Karena ingin tampak cantik-menarik-mengerikan, weekend kemarin saya memutuskan untuk 'merombak' rambut saya di sebuah salon bertaraf internasional, yang salah satu cabangnya dapat ditemukan di Plaza Senayan.

Yes!!! Senangnya bisa mengghamburkan uang untuk mengupgrade penampilan!! (Maaf, tapi ini memang kepuasan tersendiri bagi saya).

Awalnya sih biasa saja, adem dan dingin (karena di luar memang sedang hujan derasssss sekali saat itu). 30 menit kemudian saya merasa kulit kepala saya dicubit-cubit. Ah, reaksi chemical, begitu dicuci juga hilang, begitulah harapan saya.
Maka saya pun meneruskan 'operasi pembantaian rambut' saya bersama si hair stylish berwajah italia-merana itu.

Setelah 3 jam, saya pun melangkah keluar salon dengan rambut lurus mengilap, nampak gaya dengan warna coklat caramel dan highlight merah bata, dan merelakan 269 dolar untuk itu.

Satu jam kemudian, dengan air mata bercampur kucuran air shower, saya mencuci rambut saya kembali. Rasa menusuk-nusuk kulit kepala itu semakin memuncak. Kulit di tempat tumbuhnya anak rambut yang membingkai wajah saya memerah, membuat saya berasa balik ke era 80-an (tahu kan maksudnya? pakai bandana di atas alis gitu deeeh.), begitu pula telinga dan tengkuk saya. Setiap saat saya menggaruk-garuk kepala sambil meringis-ringis. Tak ada manis-manisnya, deh!

Saya pun akhirnya menderita insomnia malam itu, ditambah demam...

Keesokan harinya, saya terpaksa merelakan lembaran 200 dolar melayang lagi untuk berobat ke dokter. Saya divonis menderita alergi cat rambut dan terpaksa 'ketergantungan' dengan 2 macam obat anti alergi yang membuat saya mengantuk dan melamun-lamun sepanjang hari di kelas (ditambah adegan menggaruk-garuk kepala, ogh... saya yakin pasaran saya langsung jatuh!)

Saya rasa inilah akhir petualangan saya bermain warna dengan cat rambut. Aaaarghh!!!

Labels: ,

Wednesday, October 31, 2007

Cantik Mengerikaaaannnnnn!!!

Hwihihihihi....

It's halloween today!!

Sepanjang jalan saya menuju kampus tercinta, toko-toko menjual pakaian serta berbagai aksesori untuk 'berpesta bersama arwah gentayangan'.

Menarik... Menarik... Sebagai (mantan) penyihir, tentunya saya excited, donk! Sempat terpikir untuk membeli jari-jari panjang yang gosong mengerikan untuk dipadankan dengan gaun merah panjang yang sexy.

Namun saya berubah pikiran.

Bagaimana dengan kostum Sundel Bolong saja? Rambut panjang riap-riapan a la saya pas bangun tidur, gaun putih kusam tercabik-cabik plus bolongan di punggung yang penuh darah, daging busuk dan belatung (sebenarnya apa sie yang terjadi dengan mahluk itu sampai punggungnya bisa berbentuk sedemikian rupa?), pastinya akan sangat sensasional!

Tapi saya berakhir dengan kaki pegal dan tangan keram (sebenarnya 90% karena efek bersepeda dua hari berturut-turut... Heheh...). Kemanapun kaki saya melangkah dan tangan saya menjangkau, saya tak menemukan kostum idaman saya. Sepertinya saya harus menunggu sampai tahun depan untuk bisa tampil maksimal di halloween night... *sigh*

Ps: Teman saya, Ms. F sempat bercerita cuplikan film Sundel Bolong yang sedang tayang di Indonesia, yang katanya kali ini sudah begitu ahli menyamar, bahkan berpura-pura menjadi Pak Haji! Hehehe... Nice film, huh?

Labels: , ,

Monday, August 13, 2007

Bali, March 2007


These are the days that i've been missing

Give it the taste

Give me the joy of summer wine.


These are the days that bring new meaning

I feel the stillness of the sun and i feel fine.

Labels:

Tuesday, August 07, 2007

No...!! No...!! No...!!

When was the last time you do something new for yourself?
....
....
Thanx, Ronn!
Very good question.
Let me think...
...
...
...
Damn. Sekarang jadi ga penting ngapainnya, tapi yang penting saya tuh NGAPAIN aja??
Sebegitu banyak hal di dunia ini untuk dilakukan, dirasakan, dipelajari dan disukai pada akhirnya. I have tons of chances!
....
I dont want to end up like this.
I dont want to be trapped in routine and boring things. You know I hate them.
I have to do something.
A brand new something.

Labels: ,

Sunday, August 05, 2007

Promise is A Promise

I will never take out my belly ring.

With love,

Me

Labels:

Saturday, August 04, 2007

Bedanya Nadia Mulya Sama Saya

Minggu lalu, pada saat 'ketiban sial' mengurus acara beauty talkshow majalah saya di Hotel Nikko, saya berkesempatan mendengar, membandingkan dan ketawa-ketawa norak sendirian menyimak tips-tips penting untuk kesehatan kulit dari salah satu model Indonesia, Nadia Mulya. Untuk orang yang (katanya) kadar centilnya hampir sama dengan Nadia, ternyata saya punya pemikiran yang jauuuuuhhh berbeda dengan dia.

Tips cantik selama terbang 16 jam di dalam pesawat versi Nadia Mulya:
  1. Jangan minum alkohol. Alkohol membuat kadar kelembaban kulit semakin menipis dan kulit menjadi kering.
  2. Banyak minum air putih, agar resiko kekeringan kulit akibat AC pesawat dapat dicegah.
  3. Semprotkan face spray pada wajah setengah jam sekali.
  4. Aplikasikan pelembab wajah sesering mungkin.
Tips cantik selama terbang 16 jam di dalam pesawat versi saya:
  1. Minum alkohol. Champagne dan wine sangat membantu untuk mengatasi kebosanan. Membuat anda relaks, mengantuk, sekaligus tetap feels sexy!
  2. Jangan kebanyakan minum air putih. Pesawat apapun, toiletnya tak ada yang nyaman. Sangat penting untuk dapat membatasi keinginan buang air.
  3. Jangan semprotkan face spray kecuali pada saat pesawat mau landing. Kenapa? Face spray bikin wajah selalu segar dan menggagalkan acara tidur anda.
  4. Kebanyakan pelembab wajah malah bikin wajah berminyak, beresiko jerawatan dan kehilangan pasaran. Just remember... Mr. Right Guy could be anywhere. Bertahan dengan wajah matte sepanjang 16 jam, kadang-kadang ada hikmahnya.

Perbedaan TERBESAR Nadia Mulya dengan saya; Dia model dan saya kuli! Heheh..

Labels:

Friday, July 27, 2007

6 AM in the morning...

Bila tiba saatnya sisi lincah saya keluar, saya akan turun ke taman umum di komplek apartemen saya pada pukul 6 pagi. Berlari-lari penuh semangat untuk membakar ratusan carbo yang terpendam dari sisa-sisa makanan semalam, atau membenamkan tubuh dalam-dalam ke dasar kolam renang yang airnya sedingin es.

Jogging track dan kolam renang itu tak pernah sepi. Ada beberapa pengunjung tetap yang kerap saya temui berkeliaran pada jam yang sama, dengan kadar kelincahan dan aktivitas yang berbeda. Seperti;

Ibu-ibu dan seorang bapak India yang sibuk beryoga dengan anggunnya. Berdiri diam, mata terpejam, sari melambai-lambai... (beneran pakai sari!), tidak bergerak... Bahkan setelah saya berlari, mengitari tiga kolam renang dan satu lapangan futsal, mereka tetap berada pada posisi yang sama. Benar-benar mengagumkan!!!


Cewek bule berambut keriting. Yang kalo berenang pakai gaya 'anjing' agar rambutnya tak basah kena air kolam renang dan antingan bunder gede yang entah kenapa dibiarkan menggantung sempurna seperti mau ke acara prom night. Yang ini juga mengagumkan! Mungkin otot-otot tangan dan kakinya akan berkembang sempurna seperti Paris Hilton, tapi otot lehernya? Hmmm, patut dipertanyakan!

Segerombolan ABG berbusana hip hop sangat gaya, menguasai salah satu pojok koridor dan berlatih breakdance dengan penuh semangat. Lihatlah tubuh mereka yang luwes terpatah-patah seperti Anissa Bahar kepanasan. Luar biasa!! Tak mengherankan bila tarian ini sempat dilarang pemerintah orde baru untuk beredar di Indonesia.

Seorang Ibu yang sibuk ber-taichi di tengah-tengah lapangan basket yang kosong.

And the last but not least, bayi-bayi lucu yang berjalan beriringan dalam kereta mereka. Ada bayi Jawa, bayi Arab, bayi Bule dan bayi Cina. Difersiti yang unik dan membanggakan. Satu persamaan dari para bayi itu yang dapat saya lihat dengan jelas; kereta-kereta mereka didorong bergerombol oleh para pengasuh asal Jember, sambil saling meng-update infotainment subuh hari itu.

Labels: ,

Wednesday, June 13, 2007

Tips Menurunkan Berat Badan

Akhir-akhir ini saya (sudah) sibuk (lagi). Dan kesibukan saya ini bikin berat badan saya turun 2 kilo! Mau tau resepnya?

  1. Bangun pagi-pagi sekali, karena harus menyongsong Mas Taksi yang entah kenapa selalu datang 30 menit lebih awal.
  2. Sibuk nyari-nyari baju kerja yang PANTAS dan PROPER, biar tak ada lagi manusia yang mengira kamu mau pergi berolahraga atau berpiknik. (Ada apa ya sama gw?)
  3. Terjebak dalam dilemma, mo lewat tol apa engga. Kalau lewat tol seringnya jalan biasa lancer, kalau pilih jalan biasa tolnya yang lancer. Saya emang ga hoki banget dengan hal ini.
  4. Duduk di bangku kerja yang sudah ada di ruangan sejak jaman leluhur. Keras, sakit dan berdecit-decit memalukan setiap kali kamu bergerak.
  5. Ngantri kalau mau pakai telepon, computer dan mesin fax. (Tahukan kamu bahwa penggunaan laptop, untuk sebagian perusahaan, adalah kayaknya dilarang?)
  6. Kebagian posisi duduk berdekatan dengan ratu jutek yang dia-pikir-dia-segalanya.
  7. Sering minum biar bisa bolak-balik ke toilet supaya kesannya sibuk.
  8. Merasa merana karena tak bisa mengecek e-mail, tak boleh ada IM dan tak ada musik yang happening.
  9. Baca-baca majalaaaaahhhh seharian sampai saatnya pulang.
  10. Terjebak macet satu setengah jam, sampai akhirnya BT dan kehilangan gairah makan malam.

Ps: Sebagian dari tips di atas adalah BENAR dan sebagian lagi telah diHIPERBOLA.

Labels: , ,

Friday, May 11, 2007

In Her Bathroom

How many of them in your bathroom?

Soap?
2. Bar and liquid.

Lotion?
1 firming lotion. Hehe…

Cream?
Body cream, morning cream, night cream, eye cream, hand & nail cream. OMG! 5!

Exfoliating?
1 exfoliating bar, 2 Body Scrubs, 1 lulur green tea, 1 sea sponge, 1 firming sponge, 1 face scrub.

Shampoo?
2. For colored hair and for smooth & silky hair.

Q-tips?
Off course, 1 pack.

Nail clipper?
3. Halah…!

Mask?
1 hair mask and 2 face masks (honey and kiwi)

Lipbalm?
2. Both Nivea…. Eh, plus 1 another petroleum jelly-nya Vaseline.

Another?
2 toothpastes, Listerine, various tampons, hair serum, hair mask, 2 in 1 cleansing and toner, feminine wash, 2 hair conditioners, hair serum, cotton ball, 2 hair brushes, 1 dental floss.

Now you know why she spent very long minutes there!

Labels:

Friday, May 04, 2007

Ouch....

Apa hal yang paling menyakitkan bagi wanita selain melahirkan (pastinya)?
BRAZILIAN WAXING!!! Its, OMG, ouch... soooo hurt!

Labels:

Saturday, April 28, 2007

Sepatu Manggut-Manggut

Stiletto or wedges, somehow, being one of the must have items for wannabe sexy woman.

Perasaan luar biasa yang tidak pernah dimengerti kaum pria saat mengenakan benda itu, memang sensasional. Kaki lebih jenjang, PD lebing menjulang, kehidupan percintaan semakin baik, karir semakin sukses. Dan believe it or not, semua hanya berawal dari sepasang sepatu!

Keindahannya semakin sempurna bila kita dapat me-matchingkan warnanya dengan clutch, atau dolly bag, atau bahkan tas ransel yang sudah keburu duluan dibeli. Ehm, yah.. Memang begitulah rulesnya.
Ogh… Its realy good to be a girl!

Beberapa hari yang lalu, saat tengah duduk di sebuah ruang tunggu kantor majalah yang masih lengang saking paginya, satu-satunya senjata saya untuk tetap ‘melek’ adalah memperhatikan penampilan karyawan-karyawan kantor itu yang mulai berdatangan satu per satu. Bukannya berusaha menjadi kritikus mode, tapi karena itu adalah kantor majalah wanita terkenal, yang sangat mengagungkan mode dan kecantikan, dandanan keren dan gaya ke kantor ibarat sebuah dogma dan saya sangat menikmati pemandangan lucu yang silih berganti itu.

Ada yang berdandan ala chic vacation, smart casual, grunge, sampai harajuku style. Wah, sungguh sangat ekspresif! Mata ini pun tak terlalu mengantuk lagi.

Hingga datanglah beberapa pemandangan yang ‘mengganggu’ saya. Beberapa dari mereka yang datang, tentunya, mengenakan sepatu hak tinggi. Dari berbagai model dan berbagai warna yang salah lihat, ada beberapa ‘kaki’ yang salah. Entah karena tak terbiasa, atau sepatunya yang tak nyaman, langkah yang seharusnya anggun, gesit atau centil bak model, malah menjadi langkah bebek. Dan entah mengapa, suara hak sepatu menyentuh lantai yang seharusnya ‘sombong dan mengintimidasi’ berubah menjadi ‘plak-plok-plak-plok’ seperti suara sepasang-sepatu-katak-untuk-diving-dipakai-jalan-di-darat.

Well… women out there! Punya high heels memang wajib, but please… you have to learn how to wear it in proper way. Or else… Welcome to Club Sepatu Manggut-Manggut!

Labels:

Saturday, April 21, 2007

Tipz to the Blitz

Karena penasaran dengan Blitz Megaplex yang (konon) sempat menghebohkan Bandung, maka pada suatu malam minggu, saya dan 3 orang teman saya bermaksud ‘manjajal’ bioskop terbaru yang terletak di Grand Indonesia itu. Keputusan untuk pergi kesana baru tercetus pada pukul 10 malam, itu pun karena ternyata DVD Wild Hogs yang hendak kami tonton bermasalah dengan keorisinalitasan picture. Makanya, sekali lagi, jangan beli barang bajakan!

Berdasarkan pengalaman menonton di Blitz tersebut, saya akan memberikan beberapa saran yang pastinya akan berguna bilamana kamu berniat untuk ‘memanjakan mata’ disana:

  1. Pakai baju yang simple dan tipis-tipis saja. Tidak seperti XXI atau Premiere, penghematan pendingin udara di Blitz sungguh terasa pelaksanaannya. Bagi kamu yang tak tahan dengan hembusan AC yang berlebihan, disinilah tempatmu, Nak.
  2. Watch out dengan antrian. Beberapa line adalah khusus untuk pengambilan nachos dengan menunjukkan struk pembayaran, yang sebelumnya harus kalian dapatkan dari antrian lain. Jangan sampai telah berlama-lama mengantri, terpaksa tak memperoleh apa-apa, seperti yang terjadi dengan teman saya. (Estupidoooo!!)
  3. Toiletnya didisain sooooo fashionable! Mengingatkan saya akan toilet di club-club malam berkelas. Bersih dan biliknya banyak. Jadi bila kamu termasuk dalam kategori ‘pemakai toilet setelah bubaran film’, no worries… Disini kamu tak perlu susah payah mengantri.
  4. Tak perlu membawa banyak uang. Pertama, harganya relatif murah (Rp 25.000 hari biasa, Rp 40.000 untuk Minggu). Kedua, popcorn ukuran largenya hanya Rp 15.000. Ketiga, ga penting deeh bawa uang banyak, mo nonton apa mo shopping?
  5. Bagi kamu yang setia dengan armada Blue Bird, sepertinya lebih baik berjalan sedikit ke hingga ke samping Plaza Indonesia untuk memperolehnya. Sekalipun ada antrian khusus bagi pengguna taxi di bagian basement, lokasi dan keberadaan Blitz ini belum terlalu popular diantara Mas Taxi, sehingga kamu harus menunggu bermenit-menit disana untuk menggebet sebuah Blue Bird.
  6. Bila kamu suka ‘goyang-goyang kaki’ pada saat nonton (entah karena nervous, hobby atau tuntutan profesi) saya mohon HENTIKANLAH kebiasaan itu. Tahukah kamu bahwa goyangan kakimu itu, walau sedikit, dapat SANGAT mengganggu orang yang duduk 3 kursi darimu?
  7. Jangan harap mendengar panggilan dari PA untuk masuk ke Studio. Film diputar very right on time to its schedule. Mari kita dukung, mudah-mudahan dengan begitu masyarakat kita terbiasa dengan budaya tepat waktu.

Labels:

Tuesday, April 17, 2007

Semur Jengkol Tengah Malam

Norak, kampungan, malu-maluin. Watever. Tapi memang benar bahwa salah satu hal yang saya idam-idamkan akan dapat saya lakukan suatu saat nanti adalah makan jengkol. And I made it.

Teman saya yang cantik, Ms. K, ternyata diam-diam sering menikmati aneka masakan berbahan dasar buah ini (bilamana bisa disebut sebagai buah). Agak mengherankan memang, mengingat teman yang satu ini terbilang sangat ‘sophisticated’, ‘classy’ dan ‘choosy’ terhadap segala hal yang menyangkut lifestyle-nya. Yeah, you’re rite… Don’t judge a book by it’s cover!

Dan terjadilah.

Beberapa hari yang lalu, saya ‘terdampar’ di apartemen Ms. K, dengan beberapa teman lain. Rencana semula hendak berakaraoke di Happy Puppies batal karena satu dan lain hal. Saya yang sebelumnya telah menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju apartemennya, pakai acara nyasar pula (seperti biasanya), tentunya bete karena tiba-tiba harus mengalami yang namanya ‘pembatalan rencana tanpa pemberitahuan’. Bagaimanapun, saya sudah berencana untuk nyemil beberapa makanan lezat yang tersedia di Dharmawangsa Square.

Melihat wajah saya yang keruh, Ms. K yang mengetahui obsesi saya akan jengkol (dan sepertinya menjadi obsesi dia juga malam itu), berbaik hati menawarkan diri untuk mengantarkan saya ke tempat-jualan-semur-jengkol-paling-enak-di-dunia. Yah, pengalaman pertama memang idealnya yang terbaik, bukan?

Jam 12 malam lebih sedikit, kami berangkat ke tempat itu (Katanya tempat itu memang baru bukan jam setengah 12 malam). Setelah sempat nyasar dan bertanya pada hansip yang tengah berpatroli dengan sepedanya, “Pak, dimana ya tempat makan yang jual semur jengkol itu?” (Ms. K yang bertanya, dari balik kemudi CRV-nya. Unbelieveble, memang!). “Ogh, warung Bu Sum? Salah belok, Mbak. Puter balik dulu, terus belok kiri pertama.” Hmm, tempat makan itu well known juga, rupanya.

Maka atas pengarahan Pak Hansip, sampailah kami ke tempat tujuan. Sebuah warung kecil di pinggiran jalan daerah Pasar Baru yang, sungguh mengejutkan, ramai akan mobil yang berderet-deret dan customer yang duduk berlimpah pada kursi-kursi plastik yang disediakan di kanan-kiri warung.

Setelah memarkirkan mobil, Ms. K bersama Ms. A dan saya (yang penasaran), mulai mengambil antrian untuk dilayani oleh 4 orang Mbak-Mbak Jawa yang sibuk berteriak-teriak menanggapi pesanan pelanggan. Suasananya seru memang.

Ms. K mulai memesan ini dan itu untuk di take away. Sampai terakhir dia berkata, “Oh ya, minta bungkus semurnya sekalian ya, Mbak.”

Si Mbak mengambil plastic kiloan, dan berdiri di antara panci-panci semur yang berjejer, “Semur apa nih? Semur telor, semur daging…?” iya bertanya tangkas dengan lantang.

Ms. K tersenyum malu dan berbisik penuh misteri, “Jengkol, Mbak.”

“Semur yang mana, Mbak?” ulang si Mbak tambah lantang, berusaha mengimbangi keriuhan suara customernya.

“Semur jengkolnya,” jawab Ms. K, masih lirih. Ms. A, teman saya yang lain, spontan tertawa ngakak. Dan si Mbak langsung ngeh.

“Ogggh.. Semur Jengkol, ya Mbak? Ya ela, ga usah malu-malu gitu donk Mbak. SEMUR JENGKOL, gitu. Kencengan dikit ngomongnya, ga papa koq.” Super lantang, for real. Dan semua kepala pun menoleh, tawa cekikikan pun mulai terdengar sayup-sayup. Waduh, si Mbak ini orang Jawa apa Betawi, sih? Cablak banget.

“Mau berapa, Mbak? Sepuluh?” tantang si Mbak lagi.

“Lima belas, Mbak.” Jawab Ms. K anteng. Dia memang hebat!

Setelah puas tertawa karena kejadian itu, akhirnya saya menikmati jengkol pertama saya, bersama teman-teman yang hebat dan tak kenal malu! Yeah, thats a cool life! ;)

Labels: ,