my dance with syta

...because the earth is moving, the world is turning upside down and dance will be last forever...

Friday, March 23, 2007

A gift from the EARTH




Teman saya yang baru pulang dari belahan bumi Eropa, bertandang ke Jakarta membawa buah tangan unik yang katanya ‘sangat cocok untuk kita, karena bintang kita cancer’ (Out of the blue, saya hanya satu hari lebih tua dari dia).

Souvenir yang menurut labelnya dibuat di desa pengrajin Kilkenny – Irlandia ini (Mungkin kalau di Jogja seperti Kasongan-nya), adalah sebongkah liontin batu Moostone. Bagi yang belum pernah melihat, Moonstone berwarna coklat muda butek, rada-rada transparan dengan bercak putih susu tak beraturan. Mungkin cara saya mendeskripsikannya tidak terlalu memikat, tapi benda ini absolutely indah dan jarang dapat ditemui di kali-kali Jakarta yang bau dan pekat itu.

Dalam sebuh booklet kecil yang terdapat dalam kemasannya, Moonstone balances the emotions, inspires flexibility and nurtures wisdom, promotes tolerance and arouse passion when exchange between lovers – Memang sangat cocok bagi saya yang memiliki emosi seperti petasan injek, kecenderungan berubah tujuan hidup, sifat childish yang tak kunjung hilang serta kebiasaan berganti-ganti pasangan (ogh, betapa kosmopolitannya!)

Tapi ternyata, mau Eropa mau Indonesia, yang namanya illogical thinking tetap ada. Dipercaya sebagai ‘healing stone’ bagi cancerian, ada beberapa cara ‘lucu’ agar Moonstone dapat memberikan kesembuhan bagi tubuh dan jiwa pemakainya:

Pegang batu dengan tangan kiri anda.
Hembuskan nafas bersamaan dengan keluarnya stress dan energi negative yang selama ini bercokol pada tubuh.
Bayangkan anda diselimuti oleh perasaan damai.
Biarkan perasaan kasih dan cinta memasuki setiap jengkal bagian tubuh anda.
Fokus kepada Moonstone dan arahkan energi positif tadi ke bagian tubuh yang sakit.
Yakinlah bahwa efeknya akan bermanfaat untuk mengurangi dan menyembuhkan sakit yang ada.

100% mengandalkan sugesti.

Moonstone memang indah, namun menurut saya, ia tak lebih dari sekedar batu. Maka tanpa memedulikan teman saya yang berteriak-teriak protes, saya remas booklet kecil itu dan membuangnya ke sudut ruangan. Liontin Moonstone saya kembalikan ke dalam kemasannya. Bila ada keempatan yang tepat, suatu hari nanti saya akan mengenakannya sebagai aksesoris - tidak lebih.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home